Jangan Asal Turuti Kemauan Anak : menghadapi Kemauan anak

Diposting oleh Unknown on Senin, 10 Februari 2014

Jangan Asal Turuti Kemauan Anak
ANAK merupalcan harta yang paling berharga bagi orang tua. Tak heran, apa pun akan dilakukan, agar buah hati selalu bahagia. Di antaranya, menuruti segala keinginan anak.

Namun, saat orang tua tak dapat memenuhi salah satu permintaan kadang tiba-tiba tubuh anak mengalami sal& Seperti yang dialami Mariana Susanti (43), warga Jalan Raya Tajur No 133, RT 03/02, Kelurahan T4jur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Thu tiga anak ini mengaku harus berusaha keras menghadapi berbagai karakter anaknya yang berbeda. Mariana mengatakan, salah satu anaknya, Aldi (7) tak jarang mengalami demam tinggi kalau keinginannya tak terpenuhi.

"Dan kecil seperti itu, kalau sudah maunya tidak dituruti pasti sakit dan demam tinggi," ucapnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Tak hanya itu, kata dia, saat keinginannya tidak dituruti, Aldi akan menangis sambil menjatuhkan tubuh.
Lalu, selain memberikan obat penurun demam kadang is juga mencari sesuatu yang diinginkan anak. "Walaupun nanti permintaannya dikabulkan, tetap ada waktu jeda jadi tak langsung diberikan," ungkapnya.
Selama ini, Mariana mengaku masih dapat memenuhi keinginan anak-anaknya selama masih terjangkau dan tak membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain.

Demam Bentuk Kekesalan

PSIKOLOG Tynsusi Nurhidayati mengatikan, tiap orang tua memiliki cara berbeda untuk menuangkan bentuk kasih sayang kepada anak seperti memberikan berbagai fasilitas hingga kasih sayang yang lebih.
Menurut dia, perilaku orang tua yang selalu mewujudkan keinginan anak tidak selalu memberikan dampak baik terhadap anak. "Bisa saja berdampak negatif," ujarnya kepada Radar Bogor.

Gebih lanjut is mengatalc; tak sedikit ketika orang tua tidal( ewujudIcan keinginan anak, sang anak akan menjadi sakit seperti demam. Hal itu terjadi, kata Tynsusi, karena kekesalan pada anak. "Demam adalah salah saw bentuk pertahanan diri anak setelah merasa ditekan atau diabakan orang tua. Sebab, kalau sedang demam orang tua alon kewalahan," tutur psikolog pada Biro Psikologi Optima itu.

Setelah anak mendapatkan keinginannya, akan timbul rasa bahagia dalam diri anak. Dalam diri manusia, sambung dia, ada tiga aspek yang saling keterkaitan yakni fisik, mental, dan emosional hingga akhirnya mencapai keseimbangan. "Kalau sudah ada tiga unsur di atas, manusia akan mencapai keseimbangan. Rasa nyaman dan bahagia pun akan timbul," pungkasnya.

Hadapi dengan Tenang

SIKAP anak yang selalu marah ketika permintaannya tak terlaksana, harus disikapi orang tua dengan bijaksana agar tak menimbulkan trauma terhadap buah hati. Tynsusi menegaskan, orang tua hams mengubah pola didik dan asuh anak agar sifat negatif bisa berkurang secara bertahap. Menurut dia, orang tua hams dapat mengalihkan kemarahan anak menjadi hal yang baik. "Sebaiknya orang tua jangan menunjukkan rasa cemas yang berlebihan," ujarnya.

Selain itu, orang tua hams memberikan perhatian lebih agar anak mengerti dengan kondisi yang ada. "Berikan pujian agar nilai kebaikan tertanam dalam diri anak," katanya. Terakhir, yang dapat dilakukan orang tua ialah dengan mengajak anak untuk berdiskusi melalui berbagai cerita menarik.

"Orang tua bisa menjelaskan alasan mengapa keinginan anak tersebut tidak dituruti, hingga anak dapat menerima," tandasnya.


Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar