Teknik mengatasi berbohong pada anak : Menghindari Kata Larangan

Diposting oleh Unknown on Senin, 03 Februari 2014

Hindari Kata Larangan

Hindari Kata Larangan

TIAP orang memiliki pengalaman berbeda dalam menghadapi anaknya. Mulai anak suka bohong, anak pendiam menjelang masa remaja, hingga suka mengeluarkan suara keras.

Bahkan, ada juga yang menghadapi anak suka memaksa, tidak suka ditanya dan lebih ramah ketika bercerita terlebih dahulu. Menurut Retno Lelyani, semua permasalahan tersebut dapat dilihat orang tua melalui ekspresi wajah dan bahasa tubuh.
Bagi anak yang sudah mulai berbohong, orang tua dapat melihatnya ketika sang anak menyampaikan sesuatu sesuai dengan ciri-ciri anak dilihat dari bahasa tubuh. Sebelum diajak diskusi atau berbicara sebaiknya orang tua mencari dan mengumpulkan bukti yang lengkap selain melihat anak dari ekspresi wajah. "Sudah ada bukti, orang tua dapat menyampaikan sesuatu tanpa harus marah-marah, hindari katakata larangan," tegasnya.

Setelah anak mengaku berbohong, sebaiknya diberi hukuman bisa berupa sesuatu yang tidak disukai. Mulai mencari tahu teman serta nomor kontak, hingga suatu saat dapat mengetahui apa saja yang dilakukan anak.
Untuk menghadapi anak tanpa ekspresi atau pendiam, tidaklah sulit. Sebaiknya orang tua melibatkan orang luar seperti guru dan teman-teman anak. "Guru itu punya pengaruh besar untuk anak. Ajaklah guru anak berbagi cerita, nantinya bisa lebih cepat atasi masalah anak," jelasnya.

Cara lain, ajaklah teman-teman dari anak untuk bermain di rumah. Anak akan lebih mau mendengar perkataan dari guru dibandingkan perkataan orang tua. la menambahkan, untuk menghadapi anak bersuara cukup keras juga tidak sulit. "Bukan masalah berat. Pada umur satu tahun itu waktunya belajar bicara," katanya. Sebaiknya, orang tua memberikan waktu untuk anak melakukan interaksi. Anak bertingkah laku seperti itu mungkin karena ingin mendapatkan perhatian orang di sekitarnya.
Kemudian, menghadapi anak yang suka memaksa. Semua keinginan harus dituruti dan setelah dituruti, apa yang sudah didapatkan hanya didiamkan bahkan tidak pernah disentuh.

Retno mengatakan, sebaiknya orang tidak menuruti dan mewujudkan semua keinginan anak harus diberi batasan waktu. Bila orang tua terus mengikuti keinginan anak, akan menjadi senjata ampuh anak untuk orang tua. "Kalau orang tua tidak kompak bisa jadi senjata buat anak," ucapnya.

Sebaiknya orang tua dan anak membuat perjanjian atau melakukan diskusi. Hal yang sering dihadapi orang tua ialah anak yang tidak suka ketika ditanyakan sesuatu terkait dalam dirinya. Di sini, orang tua harus benarbenar memahami karakter anak melalui ekspresi wajah. Tidak semua anak senang ketika menerima pertanyaan. Untuk itu, orang tua hams menjadi teman, pendengar setia anak.

Carilah waktu yang tepat serta gunakan kata-kata yang baik serta enak didengar anak. Jangan pernah menjadi orang tua yang menggurui. Karena makin dewasa, anak tidak suka diperintah. "Bisa saja cara orang tua gak pas, can cara yang disukai anak. Itu sudah bisa buat anak nantinya bercerita," tandasnya.

Sudah ada bukti,
orang tua dapat
menyampaikan sesuatu
tanpa harus marah-
marah, hindari kata-kata
larangan,"
Retno Lelyani,

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar