![]() |
| Ketahui 10 pola asuk untuk anak cerdas |
Faktor pendukung
terbesa anak adalah lingkunganya maka kenalilah bagaimana pengasuhan pada anak
yang cerdas sehingga kita tidak salah berikus 10 pola asuh yang di sarankan
bagi anak yang cerdas agar merangsang kecerdasanya
- Bebaskan anak mengeksplorasi lingkungan. Dengan di beri kebebasan anak akan ter memicu aktif bergerak juga meningkatkan rasa ingin tahu anak terhadap berbagai aspek kehidupan. Dorong anak mengeksplorasi lingkungan yang baru dikenalnya –misalnya sambil menyusuri sungai, ia belajar tentang sifat air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Lingkungan menjadi sarana luas bagi anak untuk belajar tentang berbagai macam hal. Eksplorasi di alam
- Ikuti
minat anak. Selain mengamati
lingkungan juga penting melihat minat anak, beri dukungan penuh pada
bidang-bidang yang disukai anak, kalau perlu ikut berlatih dan menjadi
teman berlatih yang menyenangkan untuknya.
- Tuturkan
pengetahuan tentang dunia dan isinya. Berikan anak fasilitas dan
kesempatan untuk mengenal dunia beserta seluruh aspek kehidupan. Ini
membuat anak berpandangan terbuka terhadap berbagai berbagai hal ‘baru’
sesuai perkembangan ilmu pengetahuan.
- Bacakan
aneka buku pengetahuan secara rutin dengan suara yang keras dan intonasi
yang benar. Selain menumbuhkan minat membaca anak, anak juga akan
menyerap pengetahuan dari buku untuk menunjang minatnya. Kebiasaan membaca
buku juga menanamkan ikatan batin antara Anda dan si kecil.
- Jadilah
model yang baik. Anak akan meniru orang tuanya. Maka, orangtua
wajib menjadi role model atau panutan terbaik bagi anak –dalam seluruh
aspek kehidupan sehari-hari. Tunjukkan minat Anda untuk selalu belajar dan
menemukan hal-hal baru yang menarik dan kreatif bersama anak. Tunjukkan
dan terapkan pola hidup sehat. Tunjukkan pula sikap menghargai serta
empati kepada setiap anggota keluarga, orang lain, serta mahkluk hidup
lain.
- Seringlah
bertanya kepada anak. Ajukan beberapa pertanyaan kepada anak yang akan
memancingnya untuk memberi jawaban berupa penjelasan yang juga
merangsangnya untuk adu argumentasi. Atau ajak dia berdiskusi. Anda dapat
memulainya dengan menanyakan secara rinci seputar hal-hal yang ia minati
atau yang sedang dilakukannya. Selanjutnya, kembangkan untuk menggali
jawaban dan pendapat anak terhadap berbagai hal.
- Beri
kesempatan mengambil keputusan. Membiasakan anak untuk mengambil
keputusan akan melatih anak untuk belajar sebab-akibat serta tanggung
jawab. Melatih anak untuk mengambil keputusan juga akan memicu anak untuk
belajar berpikir analitis dengan merangkaikan hal-hal yang sudah
dipelajari dan dipahaminya.
- Tingkatkan
kesempatan bersosialisasi. Semua pengalaman emosional yang
diperoleh anak akan mempengaruhi pembentukan jalinan antar sel-sel saraf
pada otaknya. Anak butuh kesempatan bersosialisasi seluas-luasnya karena
akan memperkaya pengalaman emosional anak, serta sarana untuk belajar
mengekspresikan perasaannya. Semakin baik kecerdasan emosional anak,
semakin baik pula penyampaian rangsang antar sel-sel saraf pada otaknya.
- Cukupi
kebutuhan gizinya. Nutrisi untuk otak, terutama DHA, terbukti
berperan dalam perkembangan otak anak pada “periode emas”. Berikan
konsumsi jenis makanan kelompok brain food, misalnya makanan
sumber protein, untuk meningkatkan kemampuan berkonsentrasi, berpikir dan
kewaspadaan.
- Jaga kesehatan anak. Olahraga
atau latihan fisik tidak hanya membuat tubuh anak sehat, tapi juga membuat
dia cerdas! Sebab, selain sirkulasi oksigen, gula dan zat gizi menjadi
lancar ke seluruh tubuh dan otak, juga akan memicu produksi hormon untuk
sel saraf (nerve growth factor). Dengan tubuh sehat, anak memiliki
kesempatan luas untuk belajar berbagai hal, serta mengeksplorasi potensi
kecerdasan dalam dirinya dengan optimal.

{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar